Cerita Ayah · Inside Out

Cerita Tujuh Bulanan

(Calon) Anak lanangku,

Alhamdulillah, saat menulis ini kamu masih berstatus calon anak lanang yang sudah 7 bulan berada di perut Ibu. Itu artinya sekitar 2 bulan lagi kamu bakal bertemu sama Ibu, Ayah, dan semua yang ada di dunia ini. Tak terasa sudah 7 bulan berlalu. Ayah bersyukur kamu dan Ibu sehat selalu. Ya, meski kemarin Ibu sempat sakit typhus dan harus menginap di rumah sakit sebelah kontrakan. Terima kasih ya kamu sehat selama ini! Jadinya, Ayah bisa ‘ganggu’ ibumu. Heheee

Kamu thu sekarang aktif sekali, hampir tiap malam nendang. Dulu saat Ayah memegang perut Ibu dan merasakan tendangan pertamamu, perasaan Ayah campur aduk. Ayah senang karena kamu mulai menandang, di sisi lain tak percaya sebentar lagi Ayah bakal punya kamu. Selain itu, ada kekhawatiran Ayah tentang kesehatan dan menjadi suami siaga bagi Ibumu. Dengan tendanganmu yang semakin intens, perasaan Ayah mengerucut ke satu hal, yakni senang. Ayah sudah tak sabar ingin bertemu denganmu.

Ayah mau cerita tentang hal yang dilalui selama 7 bulan ini bersama Ibu dan kamu. Boleh kan ya?

Kamu thu nggak disangka cepat sekali datang di perut Ibu. Ayah dan Ibu memang tidak berniat menunda mempunyai momongan. Prinsipnya, ya kalau dikasih Alhamdulillah, kalau belum ya usaha. Lha kog balik dari Bojonegoro, Ibumu langsung teler. Cerita lengkapnya bisa kamu baca tulisan Dua Garis Merah.

Alhamdulillah, Ibumu tidak pengen aneh-aneh saat trimester pertama. Paling minta dimasakin apa, dan mentok empek-empek. Oh ya, Ibumu pernah pengen masakan korea pas lihat review salah satu akun Instagram. Berhubung waktu itu sudah jam 10 malam lebih, Ibumu harus menahan sampai besoknya. Keesokan harinya, setelah berenang (kebetulan hari itu Sabtu) meluncurlah Ayah dan Ibu ke salah satu restoran makanan korea di Lotte Shopping Avenue. Kita jadi pengunjung pertama di restoran itu. Lha datangnya saja jam 10 pagi (buka mall). Hahaha

Ibumu menjadi semakin sensitif. Pernah suatu ketika, Ayah izin menonton bioskop bersama teman-teman kantor sampai pukul 10 malam. Ibumu mengizinkan. Ternyata Ayah pulangnya jam 11 malam karena filmnya durasinya lebih panjang dari film biasanya. Kemudian, susah dapat ojek online saat itu. Sampai rumah, Ibumu sudah tidur dan ternyata tidur bohongan. Besoknya, Ibu ngambek seharian. Ditanya kenapa? Katanya nggak ada apa-apa. Aduh!! Waktu itu Ayah sogok dengan sepatu biar ngambeknya hilang. Pelajaran: saat wanita bilang tidak ada apa-apa, artinya itu ada apa-apa. Ini berlaku kelipatan saat wanita hamil.

Kalau cerita ngambek mah banyak, Nak. Tapi ya gitu, cepat berlalu. Sepertinya konspirasi antara kamu dan Ibu.

By the way, Ayah juga selalu cerita secara langsung kog sama kamu di perut Ibu. Tentang kerjaan, film, masakan, pilkada (upppss), dan sebagainya.

Ibumu hari ini ulang tahun. Maunya diajak makan enak katanya. Alahhhh, ini juga konspirasi antara kamu dan Ibu, kan? Hahahaa. Semoga kamu dan Ibu sehat-sehat sampai lahiran yakk! Tinggal 2 bulan lagi bakal ketemu anak lanang Ayah.

Udahan ya ceritanya, nanti disambung kalau Ayah lagi pengen nulis lagi.

Kamu banyak-banyak gerak ya di perut Ibu. Sampai ketemu dua bulan lagi Baby K!

 

Salam,

Suami dari Rina dan Ayah dari Baby K

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s