Cerita Ayah · Inside Out

Dua Garis Merah

Inilah kisah tentang dua garis merah ….

****

4 Oktober 2016

Sepuluh hari pasca menikah, saya dan istri penasaran apakah sudah hamil apa belum. Kecepatan ya? Hahahahaha. Inginnya segera memastikan. Saat belanja bulanan, kami beli test pack dengan merek Akurat (yang paling murah). Pulang belanja, langsung kami tes. Hasilnya, satu garis merah alias negatif.

 

10 Oktober 2016

Hari ini, istri saya sudah telat 3 hari. Sebagai pasutri muda, kami penasaran. Lha wong belum telat aja udah di tes, apalagi ini telat. Heehehee. Kami coba tes untuk kedua kalinya. Masih dengan merek yang sama, hasilnya masih negatif.

 

11 Oktober 2016

Saat makan siang di kantor, saya dikejutkan WA yang datang dari istri,

“Perutku sakit sekali, Mas. Aku juga mau pingsan.”

Saya langsung balik ke kontrakan saat itu juga. Istri sudah lemas duduk di ruang tengah. Saya membawa dia ke Rumah Sakit Kemang Medical Care (RS KMC) yang hanya 3 menit jalan kaki dari kontrakan. Alhamdulillah, saat itu ada dokter kandungan yang sedang bertugas, dr. Ridwan, S.pOG. Kami hanya menunggu satu antrian. Sebelumnya istri ditimbang dan diukur tekanan darahnya oleh seorang suster. Dan terjadilah percakapan konyol,

“Ada keluhan apa, Mbak?” tanya suster.
“Perut sakit banget dan rasanya mau pingsan.” jawab istri
“Udah dites pakai test pack?” lanjut suster.
“Sudah. Tapi hasilnya negatif.” kali ini saya yang menjawab.
“Udah berapa lama menikah?” tanya suster kembali.
“Baru sekitar 2 minggu, suster.” jawab kami.
“Pantas lah.” sambil ketawa.

Ahhhh, suster ini sepertinya memahami kami. Hahahaa. Setelah itu kami dipersilakan menunggu.

Selang 30 menit dari percakapan konyol tersebut, giliran kami dipanggil. Inilah pertama kali saya menemani wanita ke dokter kandungan (ya iyalahhhh). Perasaannya deg-degan habis.

Dokter Ridwan sangat ramah menyambut kami. Ditanya-tanya dengan pertanyaan yang hampir sama seperti pertanyaan suster. Kemudian, istri diminta untuk ke meja periksa untuk di USG. Kata dokternya, belum begitu kelihatan kalau hamil tetapi dinding rahimnya sudah menebal. Dokter Ridwan belum bisa memastikan istri hamil apa tidak. Toh, hasil test pack juga negatif.

 

19 Oktober 2016

Istri sudah telat 12 hari. Apakah beneran hamil? Dapat saran dari kakak, kalau test pack bagus dilakukan pagi hari (saat kencing pertama). Pagi ini, kami mengikuti saran darinya. Hasilnya adalah dua garis merah nongol di alat tersebut. Alhamdulillah.

whatsapp-image-2016-10-22-at-12-55-02-1

Senang? Iya. Bingung? Iya. Banyakan senangnya sie.

Kami langsung merencanakan untuk kembali periksa ke RS KMC dengan dokter yang sama, Dokter Ridwan. Sepulang kerja, kami janjian untuk langsung ketemu di lokasi. Istri kerja di daerah Kuningan dan saya sendiri kerja di daerah Kemang.

Singkat cerita, giliran kami pun datang. Dokter Ridwan menyapa kami kembali dengan sapaan yang sama ramahnya saat pertama kali kami datang. Kami pun menceritakan kejadian dua garis merah tadi pagi. Langsung diminta untuk USG. Ternyata hasilnya masih sama yakni belum begitu terlihat. Tetapi dinding rahimnya semakin menebal daripada yang pertama USG. Dia belum berani memastikan kehamilan istri saya. Saya diminta untuk mencoba test pack sekali lagi. Kalau hasilnya positif, kemungkinan hamil besar tapi memang belum terlihat. Saya juga diminta untuk datang dua minggu lagi.

Istri dikasih obat yang mengandung asam folat untuk dikonsumsi satu tablet per hari. Selain itu, Dokter Ridwan juga memberikan saran kalau USG selanjutnya harus menahan kencing terlebih dahulu sebelum USG biar kantong kemihnya penuh.

 

20 Oktober 2016

Pagi ini kami langsung mengikuti saran dokter yakni mencoba tes menggunakan test pack sekali lagi. Kami membeli test pack yang lebih mahal daripada yang biasanya kami beli. Kali ini menggunakan merek sensitif. Hasilnya dua garis merah tetap muncul di test pack  tersebut yang artinya istri saya hamil.

whatsapp-image-2016-10-22-at-12-55-02

22 Oktober 2016

Masih antara percaya dan tidak percaya, pagi ini kami mencoba kembali tes dengan test pack. Hasilnya dua garis merah tetap muncul. Alhamdulillah, Insya Allah istri positif hamil. Dua minggu atau satu bulan lagi rencana mau ke Dokter Ridwan untuk cek USG kembali.

win_20161022_12_35_51_pro

*****

Demikian kisah tentang dua garis merah. Semoga kehamilan istri sehat selalu sampai kelahiran tiba. Semoga nggak ada teler atau ngidam aneh-aneh. Semoga saya bisa menjadi suami siaga.

 

Jakarta, 22 Oktober 2016

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s