Inside Out

Dua Cinta Dusta

Gimana penerbanganmu?” tanya Laras kepada Setyo saat menyambut di luar bandara.

Setyo langsung memeluk mesra Laras untuk melepaskan rindu yang memuncak.

Lancar,” jawabnya singkat.

Lalu mereka berdua menuju parkiran dan tak ada satu pembicaraan apapun. Mobil yang mereka tumpangi melaju melewati deretan rapi pohon kelapa dan birunya laut. Tak salah mereka memilih untuk berlibur ke Luwuk. Di mobil pun mereka memilih diam, hanya pelukan erat yang mereka lakukan. Pikiran mereka berdua melayang entah ke mana. Setyo hanya melihat ke kaca jendela mobil yang basah terkena tetesan hujan.

Setiba di hotel, mereka langsung menuju kamar yang memang sudah ditempati Laras satu hari sebelumnya. Setyo membuntuti di belakang Laras. Begitu masuk kamar, pintu hotel ditutup pelan oleh Setyo. Dia menguncinya dan langsung mendekat ke Laras, menciumnya, ciuman lembut yang penuh rindu.

Laras membalas pagutan bibir Setyo. Menjalarkan rindu yang dia simpan hampir dua bulan lamanya. Pagutan lembut kemudian menjadi beringas. Lidah saling meliuk bak perlombaan untuk berebut juara satu sama lain.

Tangan masing-masing tak mau kalah. Berusaha untuk saling melucuti pakaian lawan. Saling menggerayangi tubuh di mana lilitan kain telah terbebas dengan sempurna. Tak jarang pagutan kecil terulang.

Aku rindu,” bisik Setyo ke telinga Laras.

Kemudian dilanjutkan ciuman lembut di belakang telinga. Dia masih hafal daerah sensual Laras sembari tangannya tak berhenti menggerayangi tubuh Laras. Pasangannya hanya bisa melenguh menahan nikmat.

Meski di luar dingin karena hujan, tak ada seorang pun yang tahu bahwa di dalam salah satu kamar hotel di puncak Bukit Halimun berkobar api yang membara.

Sepertinya cinta dan nafsu sedang berkompromi.

*****

Aku pikir kamu nggak jadi berangkat,” kata Laras, memeluk Setyo yang masih terkulai lemas setelah perjuangan rindu 7 menit tadi. Memandang wajah kekasihnya, tangannya tak berhenti mengusap dada Setyo.

Apa aku pernah berbohong padamu, sayang? Dua bulan tak bertemu denganmu begitu menyiksaku.” jawab Setyo sembari mengelus rambut Laras dan makin memeluk erat tak berjarak.

Suara gemericik hujan di luar menambah kesyahduan dua pasangan yang saling mengobati rindu.

*****

Tiga hari menghabiskan waktu bersama di kota Luwuk ini terasa kurang bagi mereka. Laras mengetahui kota indah ini dari temannya yang pernah bekerja di sini. Kemudian dia menjadwalkan bertemu Setyo, kekasihnya.

Apa yang kamu bilang pada istrimu untuk datang ke sini?” tanya Laras sambil rebahan di kasur karena sudah lelah dengan perjalanan wisata rindu mereka.

Ditugaskan ke kantor cabang,” jawab Setyo yang sedang sibuk membereskan koper di mana besok pagi dia harus kembali ke Jakarta.

Tak ada pertanyaan balik dari mulut Setyo. Dia hafal betul dengan alasan Laras. Andai saja dia bisa sebebas Laras.

Lelah juga harus memikirkan alasan setiap ingin bertemu denganmu. Suamimu percaya sekali denganmu. Dia begitu membebaskanmu. Lha istriku?” gumam Setyo sembari berjalan menuju balkon. Duduk memandang seluruh penjuru kota Luwuk meski pikirannya melayang entah ke mana.

Laras menyusul Setyo kemudian memeluknya dari belakang. Setyo hafal pelukan itu, jawaban dari pertanyaannya. Yang nantinya akan dimulai obrolan panjang yang ujung-ujungnya ungkapan enteng dari mulut Laras kalau hubungan mereka tak perlu dipikir terlalu berat. Bosan. Setyo pun melepaskan pelukan itu. Laras berdiri menepi dan menikmati indahnya kota Luwuk dari balkon kamarnya. Tak salah pilih kamar, pikirnya.

Indah ya?” tanya Laras.

Kamu nggak mau jawab pertanyaanku?” tanya Setyo mendekati Laras.

Obrolan yang selalu sama saat diakhir pertemuan kita dan ujungnya pertengkaran hingga beberapa minggu bahkan bulan nggak bertemu? Tidak, Setyo!” jawab Laras tanpa beban.

Sekarang kondisinya beda, Laras. Orang tua kita sudah meninggal. Kita berhak bahagia. Aku menikahi istriku karena orang tuaku. Begitu juga dengan kamu, menikahi suamimu karena orang tuamu.” jawab Setyo tak mau kalah.

Setyo, nggak segampang itu. Kita sama-sama sudah punya keluarga. Istrimu bahagia denganmu. Begitu juga suamiku, bahagia hidup denganku. Orang luar menganggap keluarga masing-masing dari kita itu keluarga harmonis.” ujar Laras sambil memegang tangan Setyo.

Tapi aku lelah mengkhianati istriku. Apa kamu tak merasa demikian?” balas Setyo.

Nggak usah bahas ini lagi. Masih ingat kenapa dua bulan kita baru bisa bertemu? Karena pembahasan hal ini, Setyo. Aku mohon tak perlu kau bahas ini lagi. Kalau misal kita sama-sama bisa bahagia dengan keadaan ini, kenapa harus terbebani dengan pikiran semacam itu?” ujar Laras sambil mengandengkan tangannya ke pinggang Setyo sembari kepalanya ditempelkan di lengan kekasihnya.

Setyo hanya bisa diam memandang birunya laut dengan pikiran kosong.

*****

Ribuan kilo meter dari tatapan kosong itu…

Aku harus balik dulu, sayang. Besok suamiku pulang dari tugas kantornya. Aku harus berada di rumah sebelum dia kembali.” pamit Indy sambil merapikan pakaian yang dipakainya.

Iya, aku juga harus berbenah karena istriku besok datang dari liburannya.” ujar Pram.

Mas Pram, apa kamu nggak lelah hidup seperti ini?” tanya Indy ketika Pram membantu meresletingkan pakaian Indy.

Indy, aku mencintaimu. Sungguh mencintaimu. Tapi kita berdua tahu kalau masing-masing dari kita sudah berkeluarga. Bulan ini aku dan istriku dinobatkan sebagai pasangan romantis karena aku selalu memberikan kejutan di kantornya? Aku tak tega dengan tulusnya dia mencintaiku.” jawab Pram kemudian membuka jendela kamar untuk membuang bau khas kelaki-lakiannya.

Satu kecupan manis didaratkan di kening Indy sebagai tanda perpisahan sekaligus janji pertemuan mereka kembali. Pertemuan yang tanpa mereka ketahui juga dilatari dengan cerita lain yang sama dustanya. Dua cerita yang sama-sama disembunyikan. Dua rumah tangga yang sama-sama tergadaikan cintanya karena sebuah perjodohan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s