Indonesia Mengajar · Sok Kritis

Bangga Jadi Anak Banggai!

“Seorang anak bukan hanya butuh untuk dibesarkan raga dan fisiknya, namun juga butuh untuk dibesarkan mimpi-mimpi dan kemampuannya.”

Tidak banyak anak yang memiliki kesempatan untuk menekuni minat dan bakat mereka, terlebih hingga berbuah menjadi prestasi. Bukan karena anak-anak tersebut tidak memiliki bakat dan minat apa pun, tapi seringkali karena variabel “X” tidak berpihak pada mereka. Salah satu variabel “X” yang dimaksud dan berperan besar adalah peran orang tua.

Sepanjang tahun 2015, ada banyak anak-anak membanggakan di Kabupaten Banggai yang telah mengukir prestasi, baik di tingkat lokal, regional, bahkan nasional. Dukungan dan motivasi orang tua mereka nyata-nyata menjadi pompa terbesar semangat dalam meraih prestasi. Cerita menarik empat anak di antaranya kami bagikan di sini.

  • ALDRICH BENEDICTUS P.: JAGOAN BAHASA INGGRIS BANGGAI
aldrich
Source Pic: Doc Pribadi

Siswa kelas IX A SMPN 3 Luwuk yang akrab disapa Aldrich ini adalah Juara 1 National English & Science Olympic 2015 bulan April 2015 lalu di Yogyakarta. Putra dari Ibu Yanti N. dan Bapak Jawan P. ini merupakan satu-satunya perwakilan dari Kecamatan Luwuk, Kabupaten Banggai untuk lomba yang diadakan oleh UGM dan Global Link tersebut. Aldrich meraih Juara 1 setelah menyingkirkan 19 peserta terbaik lain dari seluruh Indonesia melalui ujian tertulis dan wawancara dalam bahasa Inggris.

Keikutsertaan dan keberhasilan Aldrich dalam lomba nasional ini merupakan hasil jerih payah kedua orang tuanya guna mendapatkan suntikan dana bantuan akomodasi dan transportasi dari pemerintah dan Komite Sekolah. Selain itu, Bapak Aldrich yang berprofesi sebagai Guru Bahasa Inggris SMA dan Ibunya yang Guru Matematika SMP memang sudah mengasah kemampuan bahasa Inggris Aldrich sejak kecil.

Ketika ditanya perihal peristiwa paling berkesan selama pelaksanaan lomba di Yogyakarta, Aldrich menjawab, ”Saat dibilang kalau kemampuan bahasa Inggris saya melebihi pelajar SMP lainnya”. Aldrich yang sangat mengagumi sosok kakeknya yang bijaksana dan berwibawa ini sempat berpesan bahwa pelajar Banggai harus belajar sungguh-sungguh untuk membuat bangga Tanah Banggai.

  • BAGASKARA SULISTYO: HOBIKU MEMBACA KOMIK KUARK!

bagas

Siswa kelas 4 SDN 4 Bunta ini istimewa karena ia adalah satu-satunya finalis Olimpiade Sains Kuark (OSK) dari Kabupaten Banggai. Bagas, biasa ia disapa, telah berangkat ke Jakarta untuk mengikuti seleksi final tingkat nasional bersama 302 finalis lainnya dari seluruh Indonesia. Di sana, Bagas mengikuti ujian tertulis, ujian eksperimen, dan kunjungan ke Pabrik Permen Yupi selama 2 hari. Dukungan dana untuk keberangkatan Bagas diperoleh dari Dinas P & K Kabupaten Banggai, SDN 4 Bunta, dan KUPT P & K Kecamatan Bunta.

Buah hati dari pasangan Ibu Kurniawan Irawan M. dan Bapak Gafriadi Adri Sulistyo ini memiliki keistimewaan tersendiri dibandingkan anak-anak seusianya. Jika anak-anak seusianya senang menghabiskan waktu untuk bermain, Bagas lebih memilih untuk membaca Komik Kuark kemudian merangkum materi-materi penting dengan inisiatifnya sendiri.

Beruntungnya Bagas yang bercita-cita sebagai dokter ini mempunyai sosok ayah yang sangat mendukung proses belajarnya, mulai dari sekadar menjawab berbagai pertanyaan yang diajukan Bagas hingga meluangkan waktu untuk merapikan hasil rangkuman Bagas. Pencapaian besar Bagas di usia yang masih terbilang sangat muda ini merupakan hasil upaya bersama antara Bagas dan kedua orang tuanya.

  • I PUTU YOGA TUNAS SUGITHA: INGIN MENDIRIKAN OBSERVATORIUM
yoga
Source Pic: Sabang Merauke

Yoga adalah salah satu dari 15 Anak Sabang Merauke (ASM) Batch 3 terpilih dari seluruh Indonesia. Program Sabang Merauke adalah program pertukaran pelajar antar daerah dari seluruh Indonesia dengan tujuan membuka cakrawala anak-anak tentang pentingnya pendidikan dan ke-bhinneka-an. Dari serangkaian kegiatan selama 2,5 minggu, pengalaman yang menarik bagi Yoga adalah bertemu Bapak Anies Baswedan yang berpesan, “Jangan jadi orang sibuk, jadilah orang yang produktif”.

Siswa kelas VII SMP Satu Atap Trans Batui 5 ini bercita-cita menjadi ilmuwan di bidang astronomi dan ingin mendirikan observatorium di tempat tinggalnya. Guna mencapai cita-citanya, Yoga giat belajar. Keterbatasan ekonomi orang tua Yoga yang bekerja sebagai buruh tani tidak mengurangi dukungan mereka untuk kemajuan pendidikan Yoga.

Yoga yang memiliki hobi membaca ini sangat bangga menjadi anak Banggai. Ia berniat untuk kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB) dan akan kembali ke Banggai ketika berhasil menjadi ilmuwan untuk membangun Banggai. Pesan Yoga untuk teman-teman agar selalu semangat belajar, berangkat ke sekolah bukan hanya karena disuruh orang tua tapi karena niat untuk maju.

  • MUHAMMAD RAMADHAN: SELAMATKAN LAUT KITA DARI SAMPAH
aan
Source Pic: Sabang Merauke

Aan, begitu sapaan akrabnya, merupakan salah satu siswa SMPN 1 Kintom yang berhasil menjadi salah satu Anak Sabang Merauke (ASM) Batch 3, sama seperti Yoga. Aan sendiri belajar banyak hal melalui program ASM, seperti lebih disiplin dan toleran terhadap karakter teman-teman yang berasal dari daerah berbeda. Selain itu, Aan juga belajar bertoleransi dengan agama lain melalui program kunjungan ke Masjid Istiqlal, Gereja Katedral, dan Vihara..

Buah hati dari pasangan Ibu Fitriani yang merupakan Guru Ekonomi SMA dan Bapak M. Yamin M. ini sangat aktif dan kritis terhadap masalah lingkungan. Aan mengkritisi tentang banyaknya warga yang membuang sampah sembarangan di laut karena sampah yang menumpuk tersebut akan menjadi mikro plastik, kemudian dikonsumsi oleh biota laut dan kembali dikonsumsi oleh manusia.

Sebagai langkah awal berkarya, Aan akan membuka kursus komputer dan Bahasa Inggris di lingkungan tempat tinggalnya. Sebelum menutup percakapan, Aan berpesan, “Perbedaan itu asyik. Kalau kita sama itu bosan. Kita bisa saling belajar. Toleransi itu bukan tentang mengubah seseorang tetapi tentang merubah diri sendiri.”

*****

Aldrich, Bagas, Yoga, dan Aan adalah bukti bagaimana anak dapat mengukir mimpi menjadi prestasi dengan dukungan orang tua. Terlepas dari tingkat pendidikan dan ekonomi, kepedulian orang tua terhadap pendidikan dan mimpi-mimpi berperan besar dalam pencapaian prestasi mereka. Maka dari itu, sudah selayaknya setiap orang tua menjadi pendidik pertama di rumah dan bermitra dengan guru di sekolah, hingga anak tumbuh jadi anak yang membanggakan, untuk keluarga, lingkungan sekitar, juga untuk Banggai!

 

*Tulisan juga terbit di Lentera, bisa download di sini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s