Indonesia Mengajar · Inside Out

Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2015

Hari ini merupakan salah satu hari bersejarah bagi bangsa Indonesia yaitu Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Tahun 2015, saya diberikan nikmat untuk ‘merayakan kembali’ Hardiknas di Desa Sinorang, Batui Selatan, Kabupaten Banggai. Saya serasa merayakan kembali setelah 7 tahun tak pernah mengikuti upacara Hardiknas.

image

Seperti tahun-tahun sebelumnya, upacara Hardiknas selalu ada sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang dibacakan oleh pembina upacara, Camat ditingkat kecamatan, Bupati ditingkat kabupaten, dan seterusnya. 

Peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2015 mengambil tema ‘Pendidikan dan Kebudayaan Sebagai Gerakan Pencerdasan dan Penumbuhan Generasi Berkarakter Pancasila’. Sangat menarik!

*—-*

Saya akan merangkum beberapa point yang disampaikan oleh Pak Anies Baswedan, Mendikbud RI 2015.

Pertama, Pemerintah mengapresiasi semua elemen yang turut aktif untuk mencerdaskan saudara sebangsa. Para pendidik yang telah bekerja keras membangkitkan potensi anak Indonesia.

… terimalah salam hormat dan apresiasi dari kita semua.

Kedua, Pak Anies menyinggung tentang pentingnya pendidikan, bahwa Republik ini bisa merdeka karena gagasan besar para anak-anak muda terdidik. Selain keindahan alamnya dan keramahan penduduknya, dunia terpesona pada Indonesia karena deretan orang-orang terdidiknya.

Republik tercinta ini digagas oleh anak-anak muda terdidik dan tercerahkan.

Ketiga, Pak Anies mengajak kita untuk lebih mengenal tentang potensi Indonesia. Karena yang selama ini kita pahami, potensi adalah tentang kekayaan alam Indonesia, tambang, minyak, gas, dan lain-lain. Sebenarnya ada potensi yang lebih besar, yakni manusia Indonesia.

… Tanggung jawab kita sekarang adalah mengembangkan kualitas manusia Indonesia.

Keempat, Pak Anies mengajak kita semua untuk lebih peduli dengan dunia pendidikan. Karena bagi kita yang telah sejahtera, disadari atau tidak, pendidikanlah adalah hulunya. Marilah kita menengok sejenak pada dunia pendidikan. Berterima kasihlah pada guru-guru kita dulu.

Bagi kita yang kini berkiprah di luar dunia pendidikan, mari kita luangkan perhatian. Mari ikut terlibat memajukan pendidikan. Mari kita ikut iuran untuk membuat generasi anak-anak kita bisa meraih yang jauh lebih baik.

Secara konstitusional, mendidik adalah tanggung jawab negara. Namun, secara moral, mendidik adalah tanggung jawab setiap orang terdidik.

Kelima, Pak Anies mengusung tema peringatan Hardiknas ini adalah sebuah gerakan bukan program. Perbedaan yang paling mendasar antara keduanya adalah kepemilikan. Jika program hanya dimiliki oleh pelaksana program, sedangkan gerakan dimiliki oleh semua kalangan.

Kita mendorong pendidikan menjadi gerakan semesta, yaitu gerakan yang melibatkan seluruh elemen bangsa: masyarakat merasa memiliki, pemerintah memfasilitasi, dunia bisnis peduli, dan ormas/LSM mengorganisasi.

Keenam, Pak Anies mengingatkan tentang arti sekolah menurut Ki Hadjar Dewantara. Menurut Bapak Pendidikan Indonesia, sekolah adalah “Taman”. Taman merupakan tempat yang menyenangkan untuk anak-anak belajar. Anak-anak akan senang hati apabila berada di taman.

Pertanyaannya, sudahkah sekolah kita menjadi seperti taman? Sudahkah sekolah kita menjadi tempat belajar yang menyenangkan?

Terakhir sebagai penutup, Pak Anies sekali lagi mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pendidikan. Semua elemen bekerja keras untuk memajukan pendidikan Indonesia.

…., kita harus mengubah perspektif bahwa pendidikan bukan hanya urusan kedinasan di pemerintahan, melainkan juga urusan kita dan ikhtiar memajukan pendidikan adalah juga tanggung jawab kita semua.

*—–*

Di sini sangat jelas sekali, bahwa pemerintah sudah sejalan dengan apa yang dilakukan oleh Gerakan Indonesia Mengajar. Tidak mengherankan hal ini terjadi, karena memang Pak Anies adalah salah satu founder gerakan ini. Bukan itu yang saya ingin soroti. Tapi, efek dari itu semua.

Bayangkan, kalau misal pemerintah dan semua eleman masyarakat bisa bekerja sama dalam memajukan pendidikan di Indonesia dengan sebuah gerakan, saya yakin hasilnya akan luar biasa. Melakukan perubahan tak semudah membalikkan telapak tangan. Tapi, saya yakin 5 tahun mendatang, wajah pendidikan Indonesia akan lebih cerah.

Saya sebagai anak bangsa, berharap apa yang ada di sambutan tersebut bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, baik oleh pemerintah sendiri dan masyarakat termasuk saya. Banyak pekerjaan rumah dalam pendidikan Indonesia. Mari bekerja keras bersama-sama.

Selamat Hari Pendidikan Nasional, jayalah Indonesia!

*Sinorang, 2 Mei 2015

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s