Inside Out

Bahagia itu …

Bahagia itu ketika sudah bisa menghafal nama muridku satu per satu.

Bahagia itu ketika anak-anakku dekat dengan saya.

Bahagia itu ketika anak-anakku rajin ke Masjid dan mengaji.

Bahagia itu ketika anak-anakku mengajinya sudah bisa bedain panjang pendeknya.

Bahagia itu ketika Upacara hari Senin bisa dilaksanakan.

Bahagia itu ketika guru-guru datang tepat waktu.

Bahagia itu ketika anak-anakku bisa mengerti tentang materi yang saya ajarkan.

Bahagia itu ketika bisa menawar tempe di pasar.

Bahagia itu ketika dikasih ikan, mangga, atau apapun oleh orang tua muridku.

Bahagia itu ketika dikasih bonus nasi karena dibilang “Pak Guru Ganteng”.

Bahagia itu ketika sore-sore bermain bola dengan anak-anakku.

Bahagia itu ketika minggu pagi bermain di laut hingga 4-6 jam dengan anak-anakku.

Bahagia itu ketika mempunyai mamak angkat yang sangat baik.

Bahagia itu ketika bisa bertemu dengan 5 temen seBanggai di Kabupaten.

Bahagia itu ketika bisa bermalam di Luwuk, rumah mas Kiki.

Bahagia itu sederhana.

*Renungan: di luar sana, saya selalu mencari bahagia, padahal belum mengetahui arti dari kata bahagia. Semoga satu tahun kedepan, “BAHAGIA ITU SEDERHANA” bisa tertanam dalam sanubari agar diri ini selalu bersyukur akan semua yang telah ada

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s