Indonesia Mengajar · Inside Out

Welcome Speech Pak Anies Baswedan

Jalan Galuh II Nomer 4 tidak seperti biasanya. Ya, hari ini berkumpullah 52 orang yang katanya terpilih dari ribuan orang :D, termasuk saya. Kami akan mengikuti pelatihan intensif Calon Pengajar Muda IX sekitar 2 bulan.

27 October merupakan tanggal saksi dimana kami dipertemukan. Mungkin beberapa orang bukanlah menjadi pertemuan pertama. Tapi, pertemuan pertama lengkap ke-52 orang setelah kurang lebih 1 bulan kami berinteraksi melalui whatapps.

Jadwal hari ini adalah pembukaan oleh Pak Hikmat, orang nomer satu di Yayasan Gerakan Indonesia Mengajar. Kemudian dijadwalkan ada welcome speech oleh Pak Anies Baswedan, salah satu pendiri Indonesia Mengajar yang sekarang baru saja ditunjuk sebagai Menteri Pendidikan  & Kebudayaan periode 2014-2019.

Pak Hikmat menyambut kami. “Selamat datang Para Pemberani”, ujarnya. Ah, rasanya masih tidak percaya bisa lolos dari 8.001 pendaftar. Alhamdulillah, kami masih diberikan kesempatan untuk belajar mencintai negeri ini. Sambutan beliau membuat saya pribadi semakin yakin bahwa jalan yang saya pilih sekarang adalah jalan terbaik. Aamin.

Sekitar pukul 16.00, Pak Anies datang beserta istri dan rombongan pengawal. Beliau baru saja selesai menghadiri acara pelantikan Menteri.

Beliau memberikan welcome speech sekitar 25 menit. Dengan gaya bicara yang selalu sama, saya dibuat selalu fokus dengan beliau. Selama 25 menit itu jugalah, wejengan yang super terujar. Jujur, saya dulu tidak terlalu kagum dengan beliau, biasa saja. Tapi setelah bertemu langsung, saya kagum dengan beliau. Pintar dan ramah, itulah dua hal yang saya bisa gambarkan dari sosok beliau selama 25 menit bertemu langsung, bahkan jarak kami tidak ada 1 meter.

Mendidik adalah kewajiban semua orang terdidik.

Semua pemimpin adalah pendidik. Dan semua pendidik adalah pemimpin.

Janganlah mencari jalan yang datar apalagi menurun, carilah jalan yang terjal dan mendaki.

Setidaknya kita bisa berkata, “kami bukan bagian dari masalah, tapi kami bagian dari solusi”.

Tempalah dirimu dengan tekanan, maka kamu akan menjadi sebuah permata.

Itulah beberapa pesan yang kami dapatkan dari Pak Anies. Sayang, saat itu tidak ada interaksi antar kami dan beliau. Ya, waktulah penyebabnya. Beliau berujar akan datang ke Purwakarta, tempat kami pelatihan, untuk berdiskusi lagi. Semoga!

image

Satu hal yang ingin saya klarifikasi. Meskipun beliau sekarang menjabat sebagai menteri di pemerintahan Pak Jokowi, beliau bisa jamin tidak akan ada campur tangan pemerintah dalam hal pendanaan. Gerakan Indonesia Mengajar akan tetap konsisten dengan Iuran Publik-nya. Karena memang gerakan ini merupakan gerakan masyarakat bersama untuk menjadi bagian solusi dari salah satu permasalahan negeri ini.

Sekali lagi, doakan kami semoga diperlancar pelatihan intensif dan penempatan. Semoga kami bisa mendaki bersama-sama jalan yang menanjak & terjal ini. Aamin.

Mungkin, ini tulisan terakhir sebelum handphone saya disita. Tapi, kalau ada kesempatan untuk menulis, Insya Allah saya akan sempatkan untuk menulis. Dengan keterbatasan komunikasi & akses internet, semoga saya masih bisa tukar kabar dengan keluarga dan teman. 🙂

See you in early 2016!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s