Inside Out

Wanita Poncol

Hari ini saya ke Semarang. Seperti biasa, dari Bojonegoro, saya naik kereta Api Blora Jaya Express. Sampai di Semarang sekitar pukul 17:45. Tujuan saya ke Semarang adalah untuk kontrol ke dokter gigi.

Tidak ada teman yang bisa menjemput saya. Mereka masih sibuk dengan pekerjaan. Ada dua pilihan, naik taxi atau naik bus. Saya putuskan untuk naik bus. Saya ingin mengenang zaman kuliah. Toh, sekarang saya juga sudah ber-tittle penggangguran. Hehehe 🙂

Jika naik bus, saya harus jalan kaki terlebih dahulu ke arah Jl. Pemuda. Saya lalu teringat kejadian yang selalu terjadi saat melewati jalan ini. Apa itu? Selalu ditawari oleh wanita-wanita “nakal” disana.

Untuk kejadian masa lalu, disaat melewati jalan tersebut, ada mbak-mbak, “Mas, murah. 150 ribu aja”. Lalu saya jawab, “Tidak, mbak”. Mbak itu menurunkan harganya, “100 ribu aja deh mas”. Saya mempercepat langkah sambil bilang “Tidak, mbak. Makasih”. Dan masih terdengar suara mbak tersebut, “50 ribu aja deh”. Asli, waktu itu rada ngeri juga. Jalanan juga lumayan gelap.

Kagetnya, baru jalan 100 meter, sudah ada mbak-mbak lain yang juga menawarkan yang sama. Ada-ada saja. Hahahaha 😀

Hari ini, saya penasaran apakah masih ada apa tidak. Sudah 2 tahun saya tak melewati jalan tersebut. Ternyata, mbak-mbak “nakal”  masih ada di pinggiran jalan tersebut. Mbak-mbak dengan baju kurang bahan di atas motor sambil panggil mas-mas lewat. Dengan metode yang sama. Sampai cara memberi harga-pun masih sama.

Semarang memang banyak menyimpan cerita. Poncol oh poncol. 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s