Sok Kritis

Pernikahan Raffi Ahmad Tayang Live 2 Hari, Pentingkah?

Kemarin dan hari ini, masyarakat Indonesia akan disuguhi oleh tayangan proses pernikahan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina. Pasalnya, salah satu televisi swasta di Indonesia menayangkan pernikahan ini dua hari non stop pada tanggal 16-17 Oktober 2014. Seberapa pentingkah acara ini hingga ditayangkan live selama dua hari?

Saya teringat sekali dengan pernikahan Anang Hermansyah yang juga ditayangkan live. Saat itu, banyak kritikan yang muncul. Hingga DPR juga memberikan kritikan akan tayangan tersebut. Ketua Komisi I, Mahfudz Siddiq, menjelaskan, anggota DPR mengkritik tayangan pernikahan Anang karena televisi swasta tersebut menyiarkan tayangan hampir tiga jam. Padahal, ada ruang publik yang harus dipenuhi oleh media. Sementara, tidak ada kepentingan media dari tayangan tersebut.

foto-seserahan-raffi-ahmad-890x395_c(Source : http://keponews.com/)

Lantas kenapa hal ini terjadi kembali? Apakah saat ini tak ada protes? Banyak kritik masyarakat yang muncul melalui media sosial, twitter. Mereka kritik penayangan acara tersebut. Berikut kritik masyarakat melalui twitter yang saya ambil dari Republika :

“Why the media seems to think that the whole country should care about Raffi Ahmad’s wedding” – @farahwardani

“Frekuensi memang milik publik, tapi bukan Raffi & Gigi (panggilan Nagita Slavina) yg memakai utk kepentingan mereka dgn siaran langsung prosesi pernikahan mereka” – @febrymeuthia

“seberapa pentingnya sih pernikahan raffi sampe live 2 hari? gue lebih pilih nonton semut lagi tawuran di TV dibanding nonton nikahan raffi” – @goonerszone

Salah satu teman saya juga mengkritik melalui akun path-nya, Oir Nikonian.

Path Oir

Saya heran kenapa KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) masih memberikan izin tayang untuk acara pernikahan Raffi Ahmad. Apakah tidak ada kriteria yang jelas dari KPI?

Penilaian pribadi, acara ini sangat tidak penting dan tidak ada manfaatnya sama sekali. Frekuensi milik publik seharusnya digunakan untuk kepentingan publik. Sebuah prosesi pernikahan bukanlah hal yang patut untuk ditayangkan live dua hari berturut-turut. Memangnya siapa Raffi Ahmad & Nagita Slavina sehingga harus seperti itu? Anak presiden, bukan. Putra kerajaan, juga bukan. Kritikan lucu juga hadir di salah satu tweet.

“to all foreigners who are watching the wedding procession live on TransTV, no..Raffi is not the prince of Indonesia” – @ariefr

Menurut saya, penggunaan frekuensi siaran seharusnya digunakan untuk sarana edukasi masyarakat. Penayangan proses pernikahan tersebut tidak ada sama sekali edukasinya. Acara tersebut hanya menunjukkan sebuah budaya hedonis dan ajang pamer kekayaan.

Dengan melihat kondisi bangsa ini yang masih banyak masyarakat tidak mampu, penayangan tersebut sangatlah tidak tepat. Masyarakat dipaksa untuk melihat gaya hidup yang mereka bahkan tak bisa mengikutinya. Jangankan membuat acara tersebut, agar dapur tetap ngepul saja, mereka membutuhkan usaha yang keras.

Kembali lagi, KPI-lah, satu-satunya lembaga yang bisa menghentikan penayangan acara-acara yang tidak penting ini. Saya berharap agar KPI lebih selektif dalam memberikan izin penayangan acara televisi. Sudah saatnya masyarakat melihat tayangan yang lebih bermutu dan berkualitas, bukan tayangan tidak penting seperti pernikahan Raffi Ahmad.

Sumber :

http://health.kompas.com/read/2012/05/23/18344554/Komisi.I.Kritik.Tayangan.Pernikahan.Anang-Ashanty

http://republika.co.id/berita/senggang/blitz/14/10/16/ndj5af-seberapa-penting-sih-perkawinan-raffi-sampai-live-2-hari

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s