Inside Out

Pindahan Tempat Baru = Pindahan Hati

Pernah baca novel “Manusia Setengah Salmon”nya Raditya Dika? Di novel tersebut ada satu bahasan mengenai pindahan. Orang tua Raditya Dika menjual rumah dan berniat untuk pindahan. Saat beres-beres barang untuk pindahan, dia teringat semua kejadian masa lalu.

Well, saya sekarang merasakannya. Tiga bulan saya dipindah tugaskan ke Jakarta. Tiga bulan juga telah saya lalui dengan penuh cerita. Waktu yang pendek tapi penuh makna.

Hari ini saya akan pulang ke Bojonegoro. Ya, seperti postingan sebelumnya, saya telah resign dari kantor saya untuk menjadi Pengajar Muda. Saya harus mempersiapkan segala persiapan sebelum masuk pelatihan selama 2 bulan.

Malam sebelumnya saya packing semua barang. Dan memang benar sekali apa kata Raditya Dika. Saat aktivitas packing tersebut, semua kenangan masa lalu terlintas semua. Seperti adegan flashback bak di film-film. Seperti diingatkan tentang perjalanan yang telah saya lalui.

Berkutat dengan tugas ospek yang seabrek, tugas kuliah, jalan-jalan dengan teman geodet 08, bertemu dengan murid privat saya, rapat bahas proker, sibuk Tugas Akhir. Kangen masa-masa itu. See you on top, guys!!

Teringat kembali perjuangan setelah lulus kuliah, mencari pekerjaan. Nebeng di rumah paman yang terletak di pojokan timur Jakarta, Cakung. Seleksi di kantor Danone, kantor Pama, dan terakhir kantor Thiess. Semua dilalui dengan grafik naik turun.

Dilanjutkan lolos sebagai Graduate Business System, di mana saya harus berjuang untuk survive dengan tekanan yang pernah saya posting sebelumnnya. Hingga akhirnya saya bisa berada di titik sekarang ini, sebagai Engineer Cost Control. Memang rencana Allah itu indah.

Tapi sekarang saya harus “pindahan”. Saya harus keluar dari comfort zone untuk mencari pengalaman yang lebih lagi. Pindahan tempat tinggal itu tak hanya memindah diri & barang kita ke tempat baru. Tetapi kita juga harus pindahan hati tanpa melupakan kenangan masa lalu.

Pindahan itu selalu mengajarkan untuk napak tilas dengan perjalanan hidup yang telah saya tempuh. Saya bisa lebih bersyukur dengan keadaan saat ini. Kemudian mengevaluasi serpihan-serpihan mimpi yang mungkin sedikit berantakan. Kemudian saya susun kembali dengan segenap hati yang telah baru.

Advertisements

2 thoughts on “Pindahan Tempat Baru = Pindahan Hati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s