Sok Kritis

Menikah Bukanlah Ajang Unjuk Prestasi

Nikah itu sunnahku, barangsiapa yang tidak suka, bukan golonganku – (HR. Ibnu Majah, dari Aisyah r.a.)

MENIKAH. Satu kata yang penuh makna. Satu kata penyempurna sebagian iman kita.

Menikah merupakan impian hampir semua orang, baik laki-laki maupun perempuan. Pertanyaannya adalah apakah Anda sudah siap menikah?

Umur bukanlah jaminan seseorang dikatakan siap menikah. Apabila umurnya masih 20 tahun tapi dia sudah siap menikah, ya monggo. Apabila umurnya sudah 34 tahun tapi belum menikah, ya jangan dipermasalahkan. Karena menikah itu adalah tentang kesiapan, yakni siap mental dan siap finansial.

nikah2

(Source Pict: wedding.poetrfoto.com)

Selain dua hal yang menjadi modal kesiapan seseorang dalam menikah, jangan lupakan hal yang paling utama, jodoh. Allah bisa menjodohkan seseorang kapan saja. Saya menyadari bahwa menikah bukanlah sebuah perlombaan, siapa yang duluan menikah, itu pemenangnya dan siapa yang terakhir, itu yang kalah. Come on, dewasalah dalam berpikir!! Merasa bahagia dengan pernikahan mungkin benar, tapi ketika merasa lebih baik dari orang yang belum menikah adalah tidak tepat.

Saya ingat percakapan dengan seseorang teman. Dia mengatakan, “Andik, kamu seorang sarjana, kamu sudah kerja dengan gaji yang lumayan, tapi satu yang kurang, kamu belum menikah. Saya saja yang hanya pekerja kasar sudah menikah, si Fulan juga sudah menikah, masak kamu kalah“. Saat itu saya hanya menjawab, “Doakan saja“.

Dari percakapan tersebut, saya sadar bahwa di lingkungan saya sekarang, menikah adalah sebuah kompetisi. Padahal menurut saya menikah itu adalah sebuah hal yang sangat sakral. Menikah adalah sunah Rasul dan ibadah. Jika niatan Anda menikah hanya untuk sebuah kompetisi, maka perlu diragukan lagi ibadah menikah Anda.

Saya pribadi memilih belum menikah karena ada beberapa hal yang belum saya raih. Ketika saya menikah, hal tersebut kemungkinan untuk saya raih akan sulit. Mungkin ada beberapa orang yang tidak sependapat dengan saya. Tapi, this is my life. Saya yang menentukan arah hidup saya. 🙂 Prinsip saya, jangan pernah menikah hanya karena merasa sudah umurnya harus menikah.

Mungkin ada juga yang belum menikah karena memang Allah belum memberikan jodoh. Percayalah, Allah punya rencana terbaik untuk Anda. Bagaimana menyikapinya? Semua tergantung Anda sendiri. Ketika Anda menganggap hal tersebut adalah sebuah ujian, maka Anda akan berbenah diri untuk mendapatkan seseorang yang memang pantas untuk Anda. Tetapi ketika Anda menganggap hal tersebut adalah sebuah kelemahan, maka perasaan tertekan dan stres yang akan Anda dapatkan. Pilihan, di tangan Anda, bukan orang lain.

Pada akhirnya, saya percaya bahwa janji Allah pada surat An Nur ayat 26 benar adanya.

Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula) – (An-Nur 26)

Ayat tersebut mengajarkan kita untuk terus memperbaiki diri. Apabila kita menginginkan jodoh yang berkualitas nomer 1 maka kita juga harus berkualitas nomer 1 pula. Semoga saya dan kita semua termasuk golongan orang yang selalu memperbaiki diri. Aamin.

Sebagai penutup, saya hanya mengingatkan sekali lagi, bahwa pernikahan bukanlah ajang untuk unjuk prestasi. When you get married, you married for life. Married just not about compitition. So, take your time. Give time enough time.

Semoga bermanfaat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s