Cerita Kantor

Last Day at Thiess Indonesia

You have to leave the city of your comfort and go into the wilderness of your intuition – Alan Alda

Hari ini adalah hari terakhir saya kerja di Thiess Indonesia. Ya, saya memutuskan untuk mengambil kesempatan di Indonesia Mengajar sebagai Pengajar Muda. Kenapa? Karena saya yakin akan hal itu.

Sebagai perpisahan, saya undang beberapa teman kerja untuk makan siang bersama. Sederhana. Itulah konsepnya. Hanya makan siang di Room P dan mengobrol bersama.

Dari awal, tak ada niatan untuk ada acara sambutan apapun. Hanya makan siang bersama. Enough!! Tiba-tiba, superintendent saya, Pak Paksi, berdiri dan mengawali sambutan. Dia mengucapkan terima kasih dan ucapan perpisahan. Kemudian dilanjutkan oleh mantan manager saya di Survey & Technology, Mark Surtees. Hampir sama yang disampaikan oleh Pak Paksi. Cuma ini versi inggrisnya. Hahahaa 😀

Path 2014-10-13 12_5120141013_123841

Dan, saatnya bagian saya. Aduh, ini diluar skenario. Saya tak siap teks layaknya harus persiapan pembacaan ucapan karena menang festival film atau penghargaan musik. Ya sudah, saya awali dengan ucapan terima kasih karena telah datang ke undangan makan siang. Kemudian, saya ucapkan terima kasih kepada mereka semua, karena 2 tahun selama di Thiess, mereka support saya dalam hal pekerjaan dan pertemanan. Terakhir, saya jelaskan alasan saya resign dan meminta doa dari mereka semua agar lancar perjalanan saya setelah keluar Thiess.

Alhamdulillah, acara berjalan lancar. Setelah makan siang bersama, saya sibuk mengurus surat-surat, pencairan uang PKK, dan lain-lain. Pukul 14:30, saya sudah mulai berkeliling untuk pamitan ke orang-orang yang saya kenal. Saya keluar dengan baik-baik, jadi saya juga harus berpamitan dengan baik-baik 🙂

Singkat cerita, saya sudah berkeliling dari lantai 5, lantai 3 dan terakhir lantai 4 di mana saya bekerja dengan tim Mining & Plant. Kemudian, saya mempersiapkan email “My Last Day (again)“. Sudah 2 kali saya kirim email ini, maka dari itu saya kasih “again“. Hehehe 🙂

Pukul 16:30 email tersebut saya kirim, lalu saya matikan komputer saya untuk terakhir kalinya. Sumpah, bukan bermaksud lebay, ada perasaan aneh, entah sedih atau apa. Tak percaya bahwa hari ini adalah hari terakhir saya bekerja di Thiess. Besok saya tidak akan melihat meja saya lagi, menyalakan komputer saya lagi, duduk di kursi saya, dan mengobrol di Room P. Ah,, itu moment-moment yang akan saya rindukan. Pasti!!

1413166332380

Keputusan sudah dibuat. Insya Allah ini adalah keputusan terbaik. Dari situlah saya percaya, meninggalkan sesuatu itu tidak gampang. Apalagi sesuatu tersebut sudah cukup buat kita nyaman. Satu hal lagi, di setiap pertemuan pasti akan ada perpisahan. Ya, mungkin saya akan berpisah dengan meja, kursi, komputer, dan teman di Thiess. Tapi saya percaya, di luar sana, saya akan bertemu dengan banyak hal yang tak kalah menarik dengan itu semua. Aamin ya rabbal alamin.

Don’t wait for the perfect moment, take the moment and make it perfect – Zoey Sayward

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s