Sok Kritis

Buah Hati adalah Anugerah

Anak bukan tamu biasa di rumah kita. Mereka telah dipinjamkan untuk sementara waktu kepada kita dengan tujuan mencintai mereka dan menanamkan nilai-nilai dasar untuk kehidupan masa depan yang akan mereka bangunDr. James C Dobson

Lengkapnya sebuah keluarga selalu ditandai dengan kedatangan buah hati. Buah hati adalah anugerah terindah bagi mereka. Dia juga merupakan titipan dari Allah SWT. Karena titipan, maka orang tua wajib menjaganya dengan cara merawat dan mendidiknya menjadi anak yang sholeh/sholehah.

Tetapi akhir-akhir ini, banyak peristiwa yang sangat mengenaskan. Orang tua yang tega membakar anaknya hidup-hidup, mencekik anaknya, memukuli anaknya, dan masih banyak yang lainnya. Mereka berdalih dengan sejuta alasan. Sebagian besar alasan mereka tega menghabisi anaknya karena ekonomi. Mereka tidak mempunyai biaya untuk menghidupi anaknya jika besar nanti. Daripada anaknya menderita, alangkah baiknya jika di tiadakan dari awal. Sungguh ironis dan kejam!!

Alasan apapun yang dilontarkan mereka, saya tetap tidak bisa menerimanya. Saya tetap tak habis pikir kenapa mereka tega membunuh darah dagingnya sendiri. Kalau hanya dengan alasan ekonomi, bukankah Allah sudah memberi rezeki bagi tiap-tiap kaumnya. Jadi kenapa harus khawatir jika tidak bisa membiayai buah hatinya. Allah juga menjanjikan bahwa setiap anak yang lahir akan dijamin rezekinya. Allah berfirman:

buah hati adalah anugerah

 

Dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan, Kami akan memberi rezki kepadamu dan kepada mereka. (QS. Al Anam [6]: 151)

Lebih ironis lagi, ketika hal diatas dibandingkan dengan pasutri yang menginginkan adanya buah hati. Mereka begitu mendambakan buah hati tetapi oleh Allah masih diuji kesabarannya dengan tidak diberi salah satu titipannya tersebut. Mereka selalu berdoa agar segera dianugerahi anak.

Jika doanya dikabulkan mereka sangat bersyukur kepada Allah SWT. Jika tidak dikabulkan, ada yang langsung marah kepada Allah, ada juga yang tetap bersabar dan berikhtiar. Untuk yang membaca tulisan ini, jika Anda adalah salah satu pasangan yang belum dianugerahi buah hati, semoga Anda tetap sabar dan selalu ber-positive thinking kepada Allah SWT. Mungkin Allah sedang menguji Anda.

Selain itu, ada juga pasutri yang sudah mempunyai anak tetapi Allah mengambilnya kembali. Entah karena sakit, kecelakaan, atau yang lainnya. Alasan saya menulis tulisan ini, sebenarnya karena terinspirasi oleh kejadian tersebut. Suatu saat, saya membeli jajanan di penjual jajan keliling. Di waktu yang bersamaan, ada seorang ibu-ibu yang juga membeli di penjual tersebut. Ibu itu bertanya kepada penjual tadi, “Maaf ya, bukannya mas adalah bapak yang anaknya meninggal itu?” Penjual itu menjawab, “ya, bu”. Deg!!!

Kemudian, dia bercerita panjang lebar tentang kematian anaknya yang baru berusia lima tahun. Dari gaya bicaranya dia tampak menyimpan kesedihan yang mendalam, Saya saja yang belum mempunyai anak, sangat bisa merasakan bagaimana kesedihan dia. Ya Allah, tabahkanlah dia.

Saya sangat kagum pada dia. Ketegaran dan kesabarannya dalam menjalani cobaan hidup sangatlah kuat. Dia tetap menjalani hidup dengan optimis. Kata-kata yang sangat membuat saya terharu adalah “Kematian itu sudah ditakdirkan sama Allah, Saya ikhlas, bu. Semua orang pasti akan meninggal, mungkin anak saya lebih dahulu harus kembali pada Allah. Saya harus tetap menjalani hidup ini.”

Subhanallah..!! Lapang sekali hatinya, saya tidak bisa membayangkan jika kejadian itu menimpa saya. Melalui tulisan ini, saya menaruh harapan, sebagai orang tua sayangilah anak Anda, rawat dan didiklah anak Anda. Dan sebagai anak, harus selayaknya patuh dan sayang kepada orang tua.

Anak-anak benar-benar menerangi rumah tangga- mereka tidak pernah mematikan lampuRalph Bus

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s