Indonesia Mengajar

Journey of Indonesia Mengajar (Part IV)

Salam hangat, kawan :)

Alhamdulillah. Saya terpilih menjadi Calon Pengajar Muda angkatan IX. Email tercinta dari panitia rekrutmen Indonesia Mengajar akhirnya datang juga.

IM IV

Senang? Pasti. Bingung? Iya banget. Kalau kemarin terkait masalah restu orang tua, sekarang terganjal masalah izin dari kantor. Ya inilah hidup, kalau lurus-lurus saja, namanya sudah mati :)

Ceritanya gini nie, saya adalah salah satu program GDP di perusahaan tempat saya kerja sekarang. Program tersebut direncanakan jalan selama 3 tahun. Ada denda kalau resign selama 3 tahun tersebut. Baru 1 tahun, saya sudah selesai dan diangkat menjadi seorang engineer. ciee cieee :D

Saya pikir aturan denda tersebut tidak berlaku lagi karena saya sudah bukan GDP. Dan ternyata itu masih :(

Saya tidak ingin resign dan harus bayar denda tersebut. Orang tua saya tidak akan setuju. Saya berusaha semaksimal mungkin untuk me-lobby kantor. Sementara dari IM juga sudah harus mengumumkan hasil seleksi ke website secepatnya. Saya harus menentukan, lanjut atau tidak.

Saya coba meminta waktu sama IM dengan memberikan penjelasan tentang masalah yang saya hadapi sekarang. Alhamdulillah, mereka mengerti. Saya mencoba berbicara dengan petinggi HRD, untuk menemukan solusi terbaik.

Sampai dengan tanggal 19 September, belum ada keputusan dari HRD. Tanggal 22 September, pihak IM sudah mengumumkan ke-52 peserta yang lolos seleksi Pengajar Muda (link). Itu berarti nama saya sudah tertulis di antara ke-52 orang tersebut. Dan saya tidak ingin mundur.

IM 4-2

Singkat cerita, Alhamdulillah, dari kantor tidak memberlakukan denda. Tetapi ada konsekuensi yang harus saya tanggung. Apa konsekuensinya? Tak perlu saya ceritakan di sini. Biarkanlah saya, HRD, bos dan Allah yang tahu :)

Tanggal 29 September, dengan mengucapkan bismillah, saya putuskan untuk memilih Indonesia Mengajar dan harus resign dengan menanggung semua konsekuensi yang ada. Inilah hidup, semua ada konsekuensinya. Tinggal kita berani mengambilnya atau tidak. Semoga pilihan saya ini adalah pilihan bijaksana.

Saya masih muda. Saya ingin bermanfaat. Saya ingin ambil bagian dari perkembangan bibit-bibit unggul yang kelak mungkin menjadi pemimpin Indonesia. Doakan semoga perjalanan yang saya tempuh kedepan lancar tanpa hambatan. Aamin ya rabbal alamin.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s