Inside Out · Sok Pinter

Tes Alergi Part III – Fungi Test

Hari ini saya melakukan tes alergi bagian ketiga, yakni Fungi Test. Saya izin satu hari untuk tidak masuk kantor. Saya langsung bertanya Mita bagaimana saya menuju ke Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Dia langsung kasih petunjuk, naik ojek menuju stasiun Tanjung Barat dengan harga 20 ribu, kemudian naik Commuter Line tujuan Universitas Indonesia. Petunjuk yang dikasih Mita cukup detail, sehingga tanpa ada hambatan. Pukul 08.00 saya sudah sampai di Stasiun Universitas Indonesia. Saya langsung bertanya sama mahasiswa-mahasiwa disekitar, bagaimana saya menuju Fakultas Kedokteran. Saya harus naik bus warna kuning yang disediakan gratis oleh UI. Setelah sampai di Fakulatas Kedokteran, saya bertanya dengan satpam, ruangan yang ingin saya tuju. Dan ternyata, tempat saya melakukan tes tersebut berada di UI Salemba, bukan UI Depok. Duarrrr duarr duarr!!! Zonk hari ini terjadi kawan..

Saya langsung gerak cepat, balik ke stasiun Universitas Indonesia, dan menuju Cikini. Info dari teman saya, Bernadet, turun dari Stasiun Cikini, kemudian naik Ojeg. Sesampai di stasiun Cikini, langsung cari ojeg menuju Fakultas Kedokteran. Pukul 10:00, saya sampai di Laboratorium Klinik Departemen Parasitologi, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Letaknya persis depan Kamar Jenazah RSCM.

Saya memberikan surat rujukan dokter Iris ke petugas yang berjaga. Dengan cekatan mereka langsung menyuruh saya untuk mengisi biodata. Saya disuruh masuk ke ruangan dan membuka baju.Waktu itu yang melakukan pengambilansample adalah ibu yang umurnya sekitar 40an tahun. Namanya ibu Supriyani. Dia menjelaskan bahwa dokter Iris, mengintruksikan pengambilan sample di bagian punggung, dada, kepala dan paha.

Sample yang diambil pertama bagian punggung. Sample diambil dengan cara kulit bagian punggung dikerok menggunakan pisau yang dipanasi terlebih dahulu. Kemudian diberikan cairan yang saya tidak tahu namanya. Lupa bertanya sama ibunya.
test part 3

Bagian selanjutnya, dada, kepala dan terakhir paha. Sample pada punggung dan dada setelah dikerok:
test part 3a

Ibu Supriyani langsung melihat sample tersebut dengan mikroskop. Sebenarnya kalau memang sudah ada jamurnya, biasanya secara langsung dilihat melalui mikroskop sudah bisa. Tapi untuk hasil terbaiknya adalah selama dua minggu. Sample tersebut akan di biakkan untuk melihat ada tidaknya jamur.
test part 3b

Oke, mari kita tunggu hasilnya. 🙂

Biaya untuk tes ini sekitar 265 ribu untuk satu bagian yang dites. Karena saya ada 4 bagian, total yang harus saya bayar 1.06 juta.

Advertisements

8 thoughts on “Tes Alergi Part III – Fungi Test

  1. Hai..salam kenal ya..
    aku tertarik dg cerita tes alergi km..
    anak ku 11 bln baru aja tes darah. Sblm nya uda hampir 2 bln bintik2. Terutama di telapak tangan, kaki dan kepala. Ky bintik berair atau bernanah gtu. Blh tau kelanjuta crta km gmn stlh tes fungi?
    Trims..
    yunita

    1. Terima kasih kunjungannya 🙂

      Hasil dari tes jamur adalah positif di dua bagian (dada & kepala). Tapi waktu konsultasi, dokter Iris tidak ada. Sedangkan saya harus segera berangkat ke penempatan IM. Akhirnya saya datang ke dokter karnen (bapaknya dokter Iris). Dan hasil tes jamur tersebut tidak dilihat sama sekali. Disarankan untuk tes biopsi. Tapi saya belum melanjutkannya.

      Ibu yunita sudah memeriksakan di dokter mana? Hasilnya bagaimana?

      1. Halo Andik,

        Salam kenal, saya ngikutin cerita kamu tentang allergy ini lho.
        Tes Biopsi macem mana ya? Cerita donk……
        Terus apa kata dokter Karnen ???
        Sekarang udah sembuh blom allergy nya

        Salam,
        Maria

      2. Hi Maria..
        Salam kenal balik.
        Tes biopsi itu ngambil sampel kecil dr jaringan. Mengutip wikipedia, biopsi digunakan mengidentifikasi sel2 abnormal utk mengetahui jenis pnyakit tertentu atau pnyebab penyakit.
        Biasanya sie tes biopsi utk kanker.

        Yg terakhir kata dokter Karnen ya suruh tes biopsi. Tetapi karena belum ada biaya (mahal soalnya) dan blm berani jadi blm diniatkan.

        Masih ada nggak allergy-nya? Masih. Ya kayak dulu2. Kadang muncul kadang nggak.

        Salam,
        Andik

  2. Dear mas Andik,

    apakah hingga sekarang sudah diketahui penyebab alerginya?
    kebetulan anak saya juga menderita alergi dari bayi hingga sekarang 3 tahun.
    kemaren saya coba test IgE atophy namun hasilnya 0 semua.
    saya semakin bingung karena hampir setiap malam anak saya tidur mendengkur dan kadang sulit bernafas. bagaimana mengentahui alergi apa yang dialami?
    Terima Kasih.

    salam,
    Nadya Nur

    1. Hi Mbak Nadya,

      Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya.
      Saya cukup prihatin dengan kondisi anak Mbak Nadya.

      Bisa di baca semua tes yang sudah saya jalankan di sini (https://ekoandik.wordpress.com/tag/allergy-test/)

      Sampai sekarang, saya masih belum mengetahui jelas alergi karena apa. Karena pada tes terakhir hasilnya semua negatif. Untuk mengetahuinya diminta biopsi. Tapi saya belum berani.

      Alhmdulillah, alergi sudah tidak terjadi. Hampir 5 bulan saya belum alergi. Semoga selamanya. Tapi memang dari dulu hilang, kemudian muncul lagi. Dulu bahkan bisa hilang 1-2 tahun.

      Saya sarankan bawa anaknya ke dokter spesialis alergi. Yang ditakutkan alergi itu apabila menyerang tenggorokan sehingga menyebabkan susah bernafas seperti yang Mba Nadya sampaikan.

      Semoga jelas yaa.
      Semoga anaknya cepat sembuh.

      Salam,
      Andik

  3. Salam kenal mas Andik. Boleh saya tay, berapa lama tes jamur ya? Sy juga sdh tes darah dan hslnya positif alergi dan bukan dr makanan. Jd sy diminta tes jamur. Spt mas Andik, alergi saya datang pergi sesukanya. Duh ntar udh byr tes jamur mahal, belum ketauan juga dan dilanjutkan tes2 lainnya 😦

    1. Hi Mba Sri Wulandari,

      Salam kenal.
      Seperti yang saya tuliskkan di tulisan ini, hasil tes jamur bisa diterima setelah kurang lebih 2 minggu. Sebenarnya, saat hari itu juga langsung bisa tapi hasilnya tidak maksimal. Sample harus dibiakkan terlebih dahulu.

      Hasilnya akan dikirim email ke kita. Kemudian saya bawa kembali ke dokter untuk dicek. Dan hasilnya negatif.

      Tes yang menyatakan kalau alergi itu tes apa ya? Kalau dari ceritanya, Mba Sri sudah melakukan tes darah IgE & Panel Alergi Atopi karena sudah tahu alergi tapi bukan dari makanan. Apakah benar?

      Sudah tes tempel / patch test? Ini untuk mengetahui alergi thd bahan kimia.

      Salam,
      Andik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s