Inside Out · Sok Pinter

Tes Alergi Part II – Patch Test

Today is Wednesday. Yeeyyy!! *sekali lagi lebay* Itu berarti saya akan melepas tempelan yang ada dipunggung dan segera mengetahui hasilnya. Saya sampai di Mayapada sekitar pukul 5 sore. Dokter Iris datang jam 6 sore, dan tempelan ini harus dilepas terlebih dahulu. Satu jam berikutnya baru bisa dibaca hasilnya. Sesampai disana, perawat bilang kalau dokter Iris baru bisa datang jam 7. Oke, saya tunggu, toh bisa memanfaatkan wifi gratis dari Mayapada. Hehehe 🙂

Pukul 18:30, tempelan dipunggung saya dilepas. Kemudian diberi tanda-tanda dengan pulpen. Saya disuruh menunggu sampai dokter Iris datang. Punggung tidak boleh kena gesekan, itu artinya harus buka baju sampai dibaca hasilnya. Satu jam setelah kedinginan, dokter Iris datang juga. Fyi lagi, saya masih dalam keadaan gatal sangat saat tes bagian kedua ini.

Dokter Iris langsung melihat punggung saya dan membaca dari hasil tempelan tersebut.

test part 2

Dari 20 jenis bahan kimia yang diujikan, 3 yang positif, 17 sisanya negatif. Bahan yang positif tersebut yakni Balsam of Peru 25%, IIPD 0,1% danWool alcohols 30%. Ketiga bahan tersebut sangat jarang saya gunakan sehari-hari. Berikut hasil tes dan keterangan bahan yang positif menjadi allergen bagi saya:
test part 2a

test part 2b

Saya semakin bingung, ini saya alergi karena apa coba?? *garuk-garuk* (ini garuk karena alergi bukan karena bingung lho).

Sebenarnya dari test ini ada satu tes lagi yang harus dilakukan, yakni tes tusuk kulit (Skin Prick Test). Tapi dokter Iris menyarankan lebih baik tes jamur. Karena tes tusuk kulit hamper sama dengan tes darah. Dokter Iris curiga kalau memang alergi ditimbulkan karena jamur. Tes jamur ini dilakukan di Laboratorium Klinik Departemen Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Dokter Iris menyarankan untuk disuntik alergi, karena melihat alergi saya yang semakin parah. Untuk konsultasi bagian kedua ini saya mendapatkan suntikan alergi, beberapa resep obat dan surat rujukan untuk tes Jamur.

Fyi, pantangan makanan masih berlaku. Kata dokter Iris, memang hasilnya negatif, tetapi kalau sudah alergi seperti ini, biasanya makanan tersebut akan menambah semakin parah apabila dikonsumsi. Makanan yang harus sangat dihindari, seafood, susu, dan telur. Kemudian dokter Iris juga kasih saran, kalau saya tidak boleh terlalu stress. Ternyata stress juga memperparah gatal-gatal yang saya alami.

Memang benar sie, minggu-minggu ini saya sedang stress dengan pilihan yang harus saya ambil. Ahh,, ini nanti akan jadi part berbeda dari blog saya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s