Inside Out

Alergi oh Alergi..

Sepertinya blog saya sudah banyak laba-labanya. Sudah lama sekali tidak menulis lagi. Sebenarnya banyak yang ingin ditulis. Mulai dari sesuatu yang penting sampai tidak begitu penting. Hehehee

Oke, kali ini saya akan berbagi pengalaman tentang penyakit. Busyeett, udah lama tidak nulis, eee, nulis lagi, langsung tentang penyakit. Parah euy. Soalnya menurut saya, informasi yang cukup bermanfaat. Semoga yak..

Tak perlu banyak bicara lagi, lets starts! Saya adalah seseorang yang terkena penyakit alergi. Setiap hari selalu gatal dan dipenuhi dengan bentol-bentol diseluruh badan. Alergi ini sudah saya rasakan sejak kelas 5 SD. Kalau ditanya, kog sampai sekarang tidak berobat? Sudah banyak sekali dokter yang saya datangi. Kebanyakan dokter spesialis kulit dan kelamin. Karena saya berpikir ini ada hubungannya dengan gatal dikulit. Setiap kedokter, pasti dibilang alergi makanan. Tapi tidak jelas makanan apa. Saya pernah satu bulan hanya makan nasi, tahu dan tempe. Tapi alergi ini tetap saja masih terjadi. Konsultasi lagi kedokter yang sama, dokternya bilang kalau alergi dingin, tetapi panas juga masih saja alergi. Dokter hanya kasih obat alergi. Alergi sie hilang, tapi ketika efek obat sudah habis, alergi mulai menyerang kembali. Saya ganti dokter, hal yang sama dilakukan kembali. Kemudian untuk pengobatan tradisional juga sudah saya lakukan. Katanya, makan tokek/biawak bisa menyembuhkan alergi. Saya telah memakan dua hewan tersebut dan hasilnya nihil. Saya juga sudah berendam di sumber air belerang yang baunya sangat tidak enak, tapi hasilnya juga nihil.

Anehnya, alergi ini seperti musiman.Pernah satu tahun tidak alergi sama sekali. Kemudian alergi kembali. Dua tahun tidak alergi sama sekali juga pernah. Pokoknya muncul hilang. Waktunya tidak bisa diprediksi. Akhirnya saya biarkan begitu saja. Tetapi capek sekali untuk menjelaskan kepada orang yang baru bertemu. Pasti kalau baru tahu, “Kamu kenapa? Alergi atau kena ulat bulu?, Ya sudah, minum obat alergi dong, Bawa ke dokterlah, dan lain-lain.

Alergi ini semakin parah disaat saya bekerja. Kalau dulu hanya muncul saat malam dan menjelang pagi. Saat ini, hampir muncul 24 jam. Alergi ini tidak mengenal waktu. Pagi, siang, malam, muncul terus. Sangat menganggu sekali. Bayangkan dong, disaat kerja, kamu harus garuk-garuk dan bentol-bentol diseluruh tubuh. Kan malu

Info dari internet & teman, saya mencoba untuk memeriksakan kedokter spesialis penyakit dalam, konsultan alergi & imunolgy. Saya searching dokter-dokter yang lumayan bagus dalam hal ini. Ketemulah dengan Dr. dr. Iris Rengganis, Sp.PD. – KAI, FINASIM. Saya langsung datang ke beliau di Rumah Sakit Mayapada, Lebak Bulus. Dokternya cantik dan enak diajak konsultasi. Saya mulai cerita semua kronologinya. Langkah pertama yang diambil olehnya adalah Tes Darah terkait dengan alergi. Ada dua tes darah yang saya lakukan disini, yaitu kadar IgE & Panel Alergi Atopi. Hari ini pengambilan sampel darah. Minggu depan baru akan diketahui hasilnya dan konsultasi kembali dengan dokter Iris. Disini saya dikasih obat dan beberapa list makanan yang tidak boleh dikonsumsi. Dan itu banyak sekali. Kayaknya hampir semua makanan.

Allergy

For your information, biaya untuk tes darah ini lumayan mahal. Untuk kedua tes darah ini biayanya sekitar 1.7 juta. Kemudian untuk biaya konsultasi dengan dokter Iris biayanya 400 ribu. Untuk pengobatan pertama ini, saya habis sekitar 2.5 juta (Tes darah, biaya dokter dan biaya obat).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s