Cerita Kantor

#kerja on twitter

Saya akan menulis kembali ocehan saya di twitter tentang kerja. Monggo disimak:

Kerja dibidang yang notabane-nya bukan jurusan kita waktu kuliah itu penuh dengan tantangan. Baik secara moral maupun skill. Saya lulusan teknik Geodesi, dimana seharusnya kerjadi bidang pemetaan. But, I am a Engineer Cost Control now and I am proud with it! Penuh cerita sampai saya di titik sekarang. Mungkin ceritanya belum sehebat motivator lain. Biasa saja. Tapi bagi saya pribadi, perjalanan yang luar biasa. Waktu kuliah, mimpi setelah lulus adalah kerja dibidang yang saya tekuni saat itu. Surveyor tambang, surveyor oil & gas atau abdi negara di BIG/BPN/PU.

Lulus kuliah, daftar lowongan kerjayang sesuai dengan jurusan. Tahap demi tahap dilalui. Gagal sie sering. Hehehehee 🙂 Kata orng bijak, “Kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda”, adem betul. Meskipun kecewa & depresi sempat melanda. Namanya juga manusia. Dari kegagalan tersebut, saya belajar membuat CV yang baik & benar, belajar mengerjakan soal psikotest, belajar teknik wawancara kerja dan tentunya belajar sabar.

Daftar di Thiess sebagai Graduate Surveyor. Saat interview, manager-nya menanyakan kesediaan saya kalau dipindah menjadi Graduate Bussiness System. Bingung jawabnya. Lha wong Business System saja baru dengar. Dari penjelasannya, departemen ini lebih ke pengembangan teknologi geodesi. Interest banget to ya. Alhamdulillah, saya diterima sebagai GDP Business System. Setelah masuk, mana ini geodesinya. Sepertinya, saya telah salah menginterpretasikan penjelasan saat interview. Cerita lengkapnya bisa di cek disini.

Business System ini sebenarnya di-handle oleh orang Teknik Industri. Kerja keras sangat untuk mengerti tentang ilmu ini. Tantangan bertambah ketika omongan negatif orang muncul berdatangan. Mencoba untuk tetap bertahan karena saya yakin bisa melewatinya. Akhirnya, sampai juga dititik angkat bendera. Karena ada denda kalau resign, saya memilih bertahan dan mencoba berbicara dengan bos kalau ingin pindah surveyor. Hasilnya, mereka belum mengabulkan, disuruh bertahan satu tahun lagi katanya. Mau nggak mau, betah nggak betah ya bertahan! Berusaha untuk menikmati proses belajar ini. Alhamdulillah, makin lama makin bisa enjoy. Oh ya, omongan negatif orang tentang “murtad” dari jurusan santer beredar. Ini tantangan juga. Jurus “peduli amat” saya gencarkan. Kadang berhasil, kadang kepikiran juga. Balik lagi keprinsip saya, this is my life. Selagi nggak mengganggu orang lain & melanggar hukum ya sah-sah saja.

Berjalannya waktu untuk memenuhi kompetensi yang harus dicapai sebagai GDP, saya jatuh cinta sama Cost Control. Exposure dibagian ini, membuat saya enjoy. Apa efek dari mentornya yang cantik ya? Mungkin sie 🙂 Makasih mba Rany Rakitta. Senang mengenalmu. Empat bulan lebih saya exposure di bagian ini. Gayungpun bersambut, saya dipinang oleh salah satu project Thiess sebagai cost control. Langsung!! Alhamdulillah. Rencana Allah memang terbaik. Sampai sekarang saya masih seorang cost control. Masih belajar dan belajar terus. Perjalanan karir saya masih dibilang minim. But, I am proud it.

Hingga saya berkesimpulan, orang yang mengkotak-kotakkan ilmu sangatlah dangkal pemikirannya. Ilmu itu tak terbatas. Ilmu itu luas & saling berhubungan. Apapun jurusan kalian, kerjalah dibidang yang kalian minati.

Semoga bermanfaat!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s