Sok Pinter

Tanjung Datu, antara Indonesia – Malaysia

Ini merupakan kultwit tentang perbatasan INA-MY di Tanjung Datu dari pak Made Andi Arsana, beliau sedang menyelesaikan kuliah S3 di Australia..

Yang mau follow beliau ini dia akun twitternya.. @madeandi, dan inilah isi kultwitnya..,,

Batas darat Indonesia – Malaysia di Tanjung Datu mengikuti batas yang telah ditetapkan oleh Inggris & Belanda ketika menguasai Borneo. Dalam Hukum Internasional dikenal Uti Possidetis Juris, artinya wilayah & batas wilayah negara, mengikuti penjajahnya. Prinsip Uti Possidetis Juris inilah yg dijadikan dasar oleh Indonesia & Malaysia saat menetapkan batas wilayah di sekitar Tanjung Datu.

Dalam pembuatan batas ada empat tahap yaitu : (Jones SB, 1945)

  • Alokasi adalah penentuan secara umum kawasan milik satu pihak & milik pihak lain. Prosesnya politis & belum akurat.
  • Delimitasi adalah penetapan garis batas secara teliti di atas peta, berdasarkan proses alokasi sebelumnya.
  • Demarkasi adalah penegasan titik & garis batas dengan pemasangan pilar/patok di lapangan berdasarkan delimitasi sebelumnya.
  • Administrasi adalah adalah pengelolaan, termasuk pemeliharaan titik/garis dan terutama mengelola kawasan perbatasan.

Meskipun garis batas darat sudah ditetapkan Inggris dan Belanda, Indonesia dan Malaysia perlu menegaskan kembali. Dalam hal ini, tahap yang sedang dilakukan Indonesia dan Malaysia adalah DEMARKASI (membuat patok titik batas di lapangan).

Penegasan batas oleh INA-MY berdasarkan pada perjanjian Inggris-Belanda tahun 1891, 1915 dan 1928. Inti dari penegasan batas INA-MY adalah menerjemahkan isi perjanjian 1891, 1915 dan 1928 dg cara/teknologi baru jadi posisi akurat. Bisa dibayangkan, teknologi penentuan posisi abad 19 dan 20awal dibandingkan abad 20 akhir dan 21 tentu berbeda. Penegasan batas INA-MY tentu saja akurat berupa koordinat. Bagaimana menerjemahkan deskripsi menjadi koordinat?

Penegasan batas INA-MY melibatkan tim bersama di lapangan, menentukan titik-titik batas sesuai perjanjian Inggris – Belanda di Tanjung Datu. Bisa dipahami, tidak mudah menerjemahkan ‘deskripsi’ menjadi posisi akurat, pasti ada perbedaan penafsiran. Sejak dimulainya penegasan batas tahun 1975, masih ada beberapa segmen garis batas yang belum disepakati. Untuk segmen yang sudah disepakati, INA-MY telah membuat Note Kesepahaman (MoU) yang sifatnya mengikat. Segmen yang belum disepakati terus dirundingkan dan disurvei. Ini disebut Outstanding Boundary Problems (OBP).

Khusus untuk segmen Tanjung Datu, perjanjian Inggris – Belanda mengatakan garis batas adalah di sepanjang watershed/batas aliran air. Dalam peta yang digunakan, segmen Tanjung Datu ini adalah dari titik A88 – A156 (lihat gambar).

Tanjung Datu, antara Indonesia - Malaysia 1

Watershed adalah punggungan daratan yang memisahkan aliran air di kedua sisi berbeda.

Tanjung Datu, antara Indonesia - Malaysia 2

Ketika disurvei tahun 1976, ternyata daerah Tanjung Datu relatif datar (tidak berbukit) sehingga tidak mudah menentukan watershed. Mesti tidak mudah, tetap tim bersama INA-MY memutuskan garis watershed sesuai temuan/metode/teknologi ketika itu.

Pada suatu pertemuan, Indonesia merasa kurang puas dan kedua pihak sepakat untuk melakukan survei ulang tahun 1978. Hasil survei 1976 dan 1978 ternyata menunjukkan hasil yang sama. Ini kemudian dituangkan dalam MoU tahun 1978. Artinya, batas darat INA-MY di Tanjung Datu sudah sesuai dengan perjanjian ING-BLD yaitu mengikuti watershed.

Dengan MoU 1978, artinya segmen batas darat di Tanjung Datu sudah disepakati oleh Indonesia dan Malaysia, tidak termasuk OBP. Mengapa kini Tanjung Datu jadi heboh lagi? Sedari awal, ada pihak tertentu di Indonesia yang kurang setuju/memiliki pendapat berbeda dan ini wajar. Pernah dibentuk Kelompok Kerja di Indonesia, mengusulkan agar ditarik garis lurus dari titik A88 – A156 (lihat gambar).

Tanjung Datu, antara Indonesia - Malaysia 1

Awal dekade 2000an, dengan komposisi tim perbatasan yang baru, ada usaha dari Indonesia untuk meninjau ulang segmen. Usulan peninjauan ulang Tanjung Datu tidak disetujui oleh Malaysia. Ini tentu saja hal yang wajar, karena sudah disepakati. Meski tidak disebut treaty, MoU 1978 berkedudukan hukum yang sama-sama mengikat sehingga sifatnya seperti treaty.

Mengacu pada Konvensi WINA 1969, perjanjian batas wilayah tidak bisa dibatalkan karena suatu perubahan fundamental . Dengan demikian, batas darat INA-MY di Tanjung Datu sudah selesai secara hukum, tidak ada masalah, bukan OBP.

Kenyataannya memang ada penduduk Indonesia di Camar Bulan yang beraktivitas di sisi Malaysia menurut MoU 1978. Jika berpedoman pada MoU 1978, bukan Malaysia yang masuk ke Indonesia, tetapi sebaliknya. Apakah Indonesia yang mencaplok Malaysia? 🙂

Intinya, secara hukum tidak ada masalah. Hanya saja memang ada pihak yang masih belum puas dengan hasil penegasan batas. Kembali ke teori awal, jika peta ING-BLD sangat akurat, tentu INA-MY tidak kesulitan menegaskan batas darat. Jikapun ada yang memiliki bukti baru bahwa MoU 1978 kurang tepat, tidak mudah membatalkan perjanjian yang sudah dibuat. Memang ada pemikiran, menuangkan kesepakatan negosiasi batas dalam bentuk MoU mungkin kurang strategis. MoU dianggap terlalu kuat, sehingga sulit (kalaupun bisa) ditinjau/diubah jika kemudian disadari ada kekeliruan.

Kesepahaman negosiasi, sebelum dicapai kesepakatan final, bisa dituangkan dalam bentuk record of discussion (ROD). ROD bersifat lebih lunak, bukan perjanjian sehingga setiap saat lebih memungkinkan untuk direvisi. Lepas dari segala kemungkinan, batas INA-MY di Tanjung Datu sudah kita sepakati secara hukum. Ini perlu disadari bersama.

Menginginkan batas di Tanjung Datu diubah? Pikirkan masak-masak karena itu berarti mengubah produk hukum. Be smart n gentle 🙂

Mari mengurangi komentar/berita provokatif, ayo kita bela bangsa kita dengan nasionalisme cerdas.

Makasih buat pak @madeandi… Jadi lebih paham tentang permasalahannya. Semoga bermanfaat. ^_^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s