Sok Kritis

Review : Simfoni Luar Biasa,, It’s about Special Children

simfoni luar biasa

Judul Film : Simfoni Luar Biasa

Pemain : Christian Bautista, Ira Wibowo, Ira Maya Sopha, Maribeth, Vallery Thomas, Verdy Solaeman, Gista Putri

Produksi : Nation Pictures & Primetime

Kog bisa nonton film ini??

Nonton film kali ini adalah nonton gratisan. Karena temen saya, si arlina/oyi janji bakal mentraktir nonton kalau sudah tanggal muda. Dari awal saya emang kepengen nonton film Simfoni Luar Biasa. Karena datang tidak tepat, terpaksa kita nungguin jam tayang berikutnya, yakni jam pukul 4 sore. Dan saat itu jam tangan saya baru menunjukkan pukul setengah 3. Alhasil kita keliling mall dulu dan makan di KFC.

Saat masuk ke studio, pandangan saya beredar ke seluruh ruangan. Satu kata, Sepi banget !! *itu dua kata, oon* Kayak bioskop tu milik kita berdua gitu..

Ceritanya gimana??

Bercerita tentang Jayden (Christian Bautista) yang berprofesi sebagai penyanyi dan berusaha keras untuk mencari produser musik dan selalu gagal. Kemudian dia mengalami kesulitan dan minta bantuan tantenya (Maribeth). Tantenya menolak dan ngasih saran buat pergi ke Jakarta dan tinggal dengan ibunya (Ira Wibowo). Dia membenci ibunya karena merasa ibunya tega meninggalkan dia dan ayahnya. Ibunya sudah menikah lagi dan Jayden punya adik tiri yang namanya Carissa. Dia baik banget sama Jayden.

Jayden diminta untuk mengajar di sekolah luar biasa dalam bidang musik. Awalnya dia merasa kesulitan menemukan metode mengajar tapi akhirnya dia mampu membuat anak-anak spesial ini bisa menyanyi. Jayden mampu membawa anak-anak spesial ini diundang ikut lomba menyanyi.

Konflikpun terjadi, disaat-saat dia sedang melatih murid-muridnya, temennya yang dimanila ngasih kabar kalo ada produser yang tertarik ama dia. Disitulah dia mulai tidak konsentrasi dengan latihannya. Sering marah-marah. Masalah keduapun terjadi. Suruh memilih antara Zaky ikut terus lomba atau Jayden keluar. Jaydenpun memilih keluar.

Lombapun dilaksanakan,, Zaky mencari Jayden. Dan akhirnya Jayden datang. Dan tampillah mereka. Saat mereka tampil, Jayden pergi ke bandara untuk balik ke Manila karena merasa tugasnya sudah selesai.

Pendapat saya tentang film ini?

Film ini sangat bagus sekali. Walaupun cerita pas di Manila bagi saya agak membosankan *nggak ngerti bahasa Tagalog* Ada subtitlenya sie.. Film ini benar-benar menggambarkan keadaan yang sebenarnya terjadi di masyarakat. Ada orang tua yang tidak peduli dengan anaknya yang mempunyai kebutuhan khusus. Tapi di film ini digambarkan bahwa setiap anak punya kelebihan walaupun dia berbeda. Kelebihannya lagi adalah tidak ada yang namanya cinta-cintaan. Aku pikir dengan adanya Gista Putri bakal ada adegan cintanya, ternyata nggak. Bagus deh,, *ntar aku ngiri soalnya*

Sayangnya, bagi saya ending film ini nanggung. Nggak diceritain sekolah itu menang apa nggak (ya walaupun ditunjukkin kalau habis perform, penonton & dewan juri stand up applause). Yang kedua, Jayden milih balik ke Manila atau tetap bersama murid-muridnya juga tidak ada. Sepertinya penonton disuruh membikin ending sendiri.

Selamat menonton dan semoga film Indonesia semakin berkualitas.

Source Pic : http://id.wikipedia.org/wiki/Simfoni_Luar_Biasa

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s